Kamis, 06 Mei 2010

Pencernaan Protein Pada Unggas

PROTEIN UNTUK UNGGAS

PENDAHULUAN

Istilah protein berasal dari bahasa yunani yaitu proteios yang artinya adalah yang utama atau yang sangat penting. Istilah ini sangat tepat karena protein memang mrupakan senyawa yang sangat vital bagi tubuh makhluk hidup ( hewan dan tumbuh-tumbuhan ).

Protein di susun dari 20 asam amino yang kompleks. Setiap hewan dan tumbuh-tumbuhan berbeda proteinnya, demikian pula antara jaringan lainya pada tumbuhan atau hewan yang sama. Yang memebedakan protein ini yaitu susunan asam amino yang membentuk protein tersebut. Sususnan ini juga akan membedakan sifat fisika dan kimia dari protein tersebut, demikian pula fungsi biologinya dalam tubuh.

Fungsi protein adalah untuk membentuk bagian-bagian penting dari tubuh hewan, misalnya jaringan lunak, otot, jarinan ikat, kolagen, kulit, rambut, kuku, bulu, dan paruh pada ayam. Protein darah berfungsi mengatur keseimbangan, tekanan osmosis, cadangan asam-asam amino, untuk pembekuan darah, pembawa oksigen dan pengangkut zay-zat makanan antara sel atau keseluruh tubuh. Selai dari itu protein juga berfungsi membentuk enzim dan hormone dalam tubuh.

KLASIFIKASI PROTEIN

Protein terbagi atas 3 bagian besar yaitu : protein globular, protein fibrous dan protein konyugasi.

Protein globular

Yang di maksud dengan protein globular yaitu:

a. Albumin, merupakan protein yang larut dalam larurtan air, dan menggumpal kena panas. Contoh : albumin pada telur dan serum darah, leukosin pada wheat, dan legumelin pada kacang-kacangan.

b. Globulin, merupak protein yang tidak atau sebagian larut dal air, tetapi larut dalam larutan garam-garam netral yang berasal dari basa atau asam kuat, misalnya larutan NaCl, dan menggumpal kena panas. Conmtohnya globulin serum, fibrinogen, myiosinogen, edestin, legumim, concanavalin dan excelsin.

c. Gutelin, tidak larut dalam air dan pelarut netrallainnya tetapi larut dalam larutan asam atau basa. Contoh : glutenin pada wheat, glutenin pada jagung dan oxyzenin pada beras.

d. Prolamin atau gliadin, larut dalam 70-80% etanol, tetapi tidak larut dalam air dan pelarut netral lainnya. Contih :zein pada jagung dan wheat, gliadin [ada wheat dan rye dan hordein pada barley.

e. Histone, protein yang bersifat basa, larut dalam air, dan tidak larut dalam larutan amoniak, contoh: globin dari hemoglobin, scombron dari spermatozoa ikan.

f. Protamin, protein yang berat molekulnya rendah, bentuk seperti histone yang juga di susun oleh asam-asam amino dan memebentuk garam-garam stabil dengan asam-asam mineral kuat. Contoh : salmin dari sperma ikan salmon, sturine dari ikan sturgeon, clupeine dari ikan herring, dan scrombrine dari ikan mackerel.

Protein fibrous ( berserat )

Yang termasuk protein berserat yaitu :

a. Kolagen, merupakan protein pada jaringan ikat kerangka, tidak larut dalam air tahan terhadap pencernaanoleh enzim, tetapi mudah larut jika direbus dengan air atau di larutkan dengan larutan asam atau basa. Kolagen banyak mengandung hidroksi prolin dan beberapa hidroksi lisin, tetapi tidak mengandung sistein, sistin dan triptofan.

b. Elastin, protein dari jaringan otot elastic seperti pada tendon dan arteri. Elastin walaupun hampir sama dengan kolagen, tetapi tidak dapat di ubah menjadi gelatin. Fibril dari elastin diikat oleh senyawa desmosine yang berasal dari asam amino lisin.

c. Keratin meru[pakan protein pada bulu, rambut, cakar, paruh, kuku dan tanduk. Protein ini sangat sulit larut dan di cerna. Ia mengandung 14-15 sistin. Daya cerna bisa meningkat 70-80% jika diotoklaf pada tekanan 15-20 selama 1 jam.

Protein konyugasi.

Yang termasuk protein konyugasi adalah :

a. Nucleoprotein, merupakan protein yang bergabung dengaan asam- asam nukleat. Contoh :ribonukleoprotin dalam robosom.

b. Mukoprotein, protein yang mengandung korbohidrat mukopolosakarida yang terdiri dari N asetil-heksosamin, misalnya glukosamin yang bergabung dengan asam-asam uronat ( glukoronat dan galakturonat ). Ada pula yang mengandung asam sialat.

c. Glikoprotein, yaitu protein yang mengandung kurang dari 4% karbohidrat dalam albumin telur.

d. Lipoprotein, merupakan protein larut air yang berkonyugasi dengan lesitin, sefalin, kolesterol atau lipid dan fosfolipid lainnya.

e. Chromoprotein, merupakan gabungan senyawa yang di tandai dengan grup prostetik bewarna. Contoh :hemoglobin, sithrom, favoprotein, bagian ungu retina mata dan enzim katalase.





Pencernaan dan penyerapan protein oleh unggas.

Protein dicerna oleh berbagai enzim protease yang dapat di sepanjang saluran pencernaan unggas mulai dari proventrikulus sampai ke usus halus.

Kebanyakan makanan ayam berda dalam keadaan mentah. Dengan demikian zat-zat makanan seperti protein berada dalam keadaan mentah.

Protein mentah ini memerlukan denaturasi terlebih dahulu sebelum di cerna oleh enzim.

Kondisi asam di proventrikulus dan ventrikulus dapat memecah protein mentah ini sehingga mudah di serap oleh enzim protease. Kondisi asam ini di sebabkan oleh adanya HCl yang dihasilkan oleh sel-sel mukosa proventrikulus.

Enzim yang terdapat di proventrikulus dan ventrikulus adalah pepsin yang berasal dari pepsinogen yang tidak aktif. Pepesinogen ini dihasilkan oleh sel-sel peptic. Pepesinogen ini di aktifkan oleh HCl menjadi pepsin.

Pepsin dapat menghidrolisis beberapa ikatan peptide, di antaranya ikatan leusin-valin, tirosin-leusin, fenilalanin-fenilalanin tau fenilalanin- tirosin, dan hasil pemecahan ini berupa peptide-peptida yang akan mengalami hidrolisa lebih lanjut dalam usus halus.

Pemecahan protein dalam tubuh

Protein yang tidak digunakan oleh tubuh akan dipecah kembali menjadi asam-asam amino. Protein dalam tubuh ini mirip dengan pemecahan protein pada proses pencernaan. Pemecahan protein dalam sel di lakukan oleh enzim protease yang memecah ikatan peptide internal, sehingga menghasilkan peptide-peptida. Peptide-peptida ini akan di pecah lebih lanjut oleh enzim peptidase menjadi asam-asam amino. Emzim peptidase ini di bagi menjadi endopeptidase dan eksopeptidase. Emdopeptidase menyerangkan ikatan peptide bagian dalam dari protein, sehingga membentuk peptida0peptida pendek, sedangkan eksopeptidase menyerang iktan peptide bagian luar dari protein memmebntuk asam-asam amino dan peptide pendek. Aminopeptidase akan menyerang bagian amino yang karboksil dari peptide pendek ini, sehingga terbentuk asam-asam amino bebas.

Pemecahan protein dalam sel ini ada yang memerlukan ATP dan ada yang tidak. Yang memembutuhkan ATP yaitu pada pemecahan protein yang memeliki half-life ( waktu paruh ) pendek dan pemecahan terjadi dalam sitosol, sedangkan yang tidak memerlukan ATP yaitu pada pemecahan trjadi pada lisosom. Pada yang butuh ATP di perlukan pula jenis protein yang di sebut “ubiquitin”.

Kebutuhan protein pada ternak ayam.

Kebutuhan protein pada ternak ayam sangat erat hubungannya dengan kebutuhan energy. Kebutuhan protein dan energy tergantung pad jenis, umur dan tingkat produksi ternak ayam.
Kebutuhan protein dan energy untuk ayam petelur.

1. Ayam petelur starter ( umur 0-2 minggu )

Ayam ini membutuhkan 20-22% protein, tergantung pada jumlah energy dalam ransum. Makin tinggi energy makin tinggi pula protein yang di butuhkan. Energy ini berkisar antara 2800-3100 kkal/kg ransum.

2. Ayam petelur grower ( umur 2-8 minggu )

Membutuhkan 18-21% protein dengan energy 2600-3100 kakal/kg ransum.

3. Ayam petelur dara ( umur 8-18 minggu )

Membutuhkan 14-16% protein dengan energy 2600-300kakal/kg ransum

4. Ayam petelur periode bertelur ( umur 18 minggu ke atas )

Kebutuhan protein ayam ini adalah 15-16,5% dengan energy 2600-2900 kakal/kg ransum.
Kebutuhan protein dan energy untuk ayam pedaging.

1. Ayam pedaging starter ( umur 0-3 minggu )

Membutuhkan 23% protein dengan energy 3200kkal/kg

2. Ayam pedaging grower ( umur 3-6 minggu )

Membutuhkan 20% protein dengan energy 3200kkal/kg

3. Ayam pedaging finisher ( umur 6-8 minggu )

4. Membutuhkan 28% protein energy 3200kkl/kg.

Gejala-gejala yang timbul akibat kekurangan dan kelebihan protein.

Kekurangan
Menurunya pertumbuhan
Meningkatnay deposisi lemak dalam tubuh karena kelebhan energy dalam tubuh tidak di pakai untuk pertumbuhan, sehingga disimpan dalam bentuk lemak.

Kelebihan
Sedikit penurunan pada pertumbuhan
Penurunan kandungan lemak tubuh
Meningkatnya sam urat dalam tubuh
Meningkatnya konsumsi air karena di perlukan untuk mengeluarkan asam urat
Stress yang di tandai dengan membesarnya kelenjar adrenal dan meningkatnya produksi adrenokortikosteroid.

2 komentar:

  1. bgs...
    faterna BP brp ya???

    ad gk perbedaan pemecahan protein pada saluran cerna dengan pemecahan protein dalam tubuh???

    BalasHapus
    Balasan
    1. BP 2008 Mbak.
      Belum ada mbak kalau pemecahan protein pada saluran cerna nya.

      Hapus